Pengenalan Fungsi Delay, Pin Mode, dan Pemberian perintah dasar pada ARDUINO IDE - Bagian 4

Mempelajari Delay, Pin Mode, dan Pemberian Perintah dasar pada ARDUINO IDE.

Pengenalan Fungsi Delay, Pin Mode, dan Pemberian perintah dasar pada ARDUINO IDE - Bagian 4

Setelah mempelajari Void, Void Setup, Void Loop, dan Serial Monitor pada artikel sebelumnya, kali ini kita akan mempelajari mengenai Delay, Pin Mode, dan Pemberian Perintah dasar pada ARDUINO IDE. Bagi kalian yang belum mengenal apa itu ARDUINO IDE, Arduino dan Microcontroller, silahkan baca terlebih dahulu artikel sebelumnya karena alangkah baiknya untuk mempelajari dari awal dan dasarnya. Baiklah langsung saja, yang akan kita pelajari kali ini yaitu Delay, Pin Mode dan Pemberian Perintah Dasar.

Delay

Delay adalah salah satu kode dalam ARDUINO IDE yang fungsinya untuk memberikan waktu jeda pada perintah sebelumnya dan selanjutnya. Delay digunakan jika dalam pemberian perintah Input dan Output ingin diberikan waktu jeda untuk perintah khusus tertentu. Delay menggunakan satuan waktu ms (Millisecond) atau 1/1000 detik. Artinya, jika ingin membuat jeda 1 (satu) detik, maka dituliskan dengan 1000. Contoh penulisanya yaitu:

digitalWrite(led1Pin, HIGH); //memberri tegangan positif pada led pin 1 (hidup)
delay(500); //memberikan jeda waktu untuk program selanjutnya selama 1/2 detik
digitalWrite(led1Pin, LOW); //memberi tegangan negatif pada led pin 1 (mati)
delay(500); //memberikan jeda waktu untuk program selanjutnya selama 1/2 detik

Delay juga dapat menggunakan satuan wajktu us (micro seconds) yaitu 1/1000 detik. Artinya, jika ingin memberikan delay (Waktu jeda) 1 (satu) detik, maka dituliskan dengan angka 1000. Fungsi delayMicroseconds sama persis dengan delay (ms), hanya saja pemilihan tipe untuk penulisan program tertentu yang mengharuskan menggunakan delayMicroseconds ini. Contoh penulisanya yaitu:

digitalWrite(led1Pin, HIGH); //memberri tegangan positif pada led pin 1 (hidup)
delayMicroseconds(500); //memberikan jeda waktu untuk program selanjutnya selama 1/2 detik
digitalWrite(led1Pin, LOW); //memberi tegangan negatif pada led pin 1 (mati)
delayMicroseconds(500); //memberikan jeda waktu untuk program selanjutnya selama 1/2 detik

Pin Mode

Pin Mode yaitu kode dalam ARDUINO IDE yang fungsinya untuk memberikan mode pin tertentu sesuai yang kita inginkan. Pilihan yang ditentukan yaitu Input dan Output, (untuk menentukan suatu pin menjadi pin Input ataupun pin Output). Pin Mode sangat penting dalam penggunaan di ARDUINO IDE jika program yang kita buat sudah menapai kapasitas menegah keatas, karena penetapan pin akan salah jika tidak menggunakan Pin Mode. Contoh penulisanya yaitu:

int led1Pin = 2; //menentukan variabel led1Pin pada Integer dan pin 2
int sensor1 = 3; //menentukan variabel sensor1 pada Integer dan pin 3
void setup() {
  pinMode(led1Pin, OUTPUT); // menentukan pin mode output untuk led1Pin
  pinMode(sensor1, INPUT); //menentukan pin mode input untuk sensor1
}

Pemberian Perintah Dasar

Dalam ARDUINO IDE, pemberian perintah harus jelas di setiap penggunaan jenis data, yaitu penggunaan data Analog dan Digital. Jika menggunakan input ataupun Output Berjenis Analog, maka harus menggunakan pemberian perintah berbentuk Analog dan jika menggunakan Input ataupun Output berjenis Digital, maka harus menggunakan pemberian perintah berbentuk Digital. Terdapat beberapa bentuk Pemberian perintah dasar pada ARDUINO IDE, yaitu:

analogRead()

analogRead() digunakan untuk memberikan perintah untuk membaca setiap data Input analog. Contohnya yaitu membaca sensor yang menggunakan data Analog, membaca input PWM pada Resistor Potensio dan lain-lain. Contoh penulisanya yaitu:

const int analogSensorPin = A0; // menentukan pin pada A0;
int sensorvalue = 0; //menentukan nilai sensorValue pada 0

void setup() {
  pinMode(analogSensorPin, INPUT); //menentukan pin mode 
}

void loop() {
  sensorValue = analogRead(analogSensorPin); //membaca analogSensorPin sebagai nilai sensorValue
}

analogWrite()

analogWrite() digunakan untuk memberikan perintah untuk menentukan nilai tertentu pada Output analog. Contohnya yaitu untuk pengaturan PWM, pengaturan Volume, pengaturan hambatan, dan lain-lain. Contoh penulisanya yaitu:

const int analogSensorPin = A0; // menentukan pin pada A0
const int analogOutput = 3; // menentukan pin pada 3
int sensorvalue = 0; //menentukan nilai sensorValue pada 0
int lightLevel = 0; //menentukan nilai lightLevel pada 0

void setup() {
  pinMode(analogSensorPin, INPUT); //menentukan pin mode 
  pinMode(analogOutput, OUTPUT); //menentukan pin mode
}

void loop() {
  sensorValue = analogRead(analogSensorPin); //membaca analogSensorPin sebagai nilai sensorValue
  analogOutput = analogWrite(lightLevel); // memberikan nilai pada lightLevel yang akan dikeluarkan oleh analogOutput
}

digitalRead()

digitalRead() digunakan untuk memberikan perintah untuk membaca setiap data input Digital. Contohnya yaitu untuk membaca sensor data Digital, membaca data saklar Digital, membaca data Push Button, dan lain lain. Contoh penulisanya yaitu:

const int digitalSensorPin = 2; //menentukan pin pada pin 2
int sensor = 0; //menentukan nilai sensor pada 0

void setup() {
  pinMode(digitalSensorPin, INPUT); //menentukan pin mode
}

void loop() {
  sensor = digitalRead(digitalSensorPin); //membaca nilai sensor dari digitalSensorPin
}

digitalWrite()

digitalWrite() digunakan untuk memberikan perintah untuk menentukan nilai positif/1 (HIGH) ataupun nilai negative/0 (LOW) pada Output Digital. Contohnya yaitu untuk menghidupkan LED, memberikan tegangan pada komponen tertentu, memberikan sinyal Digital, dan lain-lain. Contoh penulisanya yaitu:

int led1Pin = 2; //menentukan pin pada pin 2 dan tipe variabel pada Integer

void setup() {
  pinMode(led1Pin, OUTPUT); // menentukan pin mode
}

void loop() {
  digitalWrite(led1Pin, HIGH); //memberri tegangan positif pada led pin 1 (hidup)
  delay(500); //memberikan jeda waktu untuk program selanjutnya selama 1/2 detik
  digitalWrite(led1Pin, LOW); //memberi tegangan negatif pada led pin 1 (mati)
  delay(500); //memberikan jeda waktu untuk program selanjutnya selama 1/2 detik
}

Baiklah mungkin hanya itu yang kita pelajari untuk Delay, Pin Mode dan Pemberian Perintah Dasar pada Arduino untuk saat ini. Terus ikuti artikel ini jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang ARDUINO IDE dan Mikrokontroler Arduino. Semoga ilmu yang kami bagikan bermanfaat untuk kalian. Selamat mencoba dan terimakasih.

Jika kalian belum menginstal ARDUINO IDE, silahkan lihat artikel ini: Dasar Dasar dan Pengenalan Mikrokontroler Arduino (Untuk Pemula).

Updated: Sunday, 07 March 2021

Diskusikan

0 Diskusi