Web Development Framework Terbaik pada Tahun 2020

Framework telah menjadi salah satu bagian terpenting dalam dunia Web Development, sebagai standarisasi aplikasi Web yang semakin berkembang, maka akan dibutuhkan teknologi yang juga akan semakin kompleks.

Itulah mengapa Framework telah di Endorse oleh banyak Developer di seluruh dunia dengan tujuan agar dapat digunakan dengan mudah untuk membuat aplikasi Web yang kompleks. Aplikasi Web pasti memiliki Back-End (Server-Side) dan Front-End (Client-Side). Jadi, disini kita akan membahas keduanya, yaitu Front-End dan Back-End Framework. Berikut adalah beberapa Web Development Framework terbaik di tahun ini.


Back-End Framework Terbaik

Dari RESTful API untuk menyelesaikan MVC Framework, berikut beberapa Back-End Framework terbaik di tahun ini yang mungkin perlu untuk kalian pelajari.

Express

Berkat popularitas dari Node.js, Express juga menjadi salah satu Framework paling populer di tahun ini. Express sangat populer di Accenture, IBM, Uber, serta beberapa perusahaan lain dan juga sangat kompatibel dengan Framework lain seperti Kraken, Sails, dan Loopback.

Express sangat membanggakan diri sebagai Framework yang minimalis, cepat, dan tidak terbuka serta menyajikan beberapa fungsionalitas inti tanpa menghilangkan fitur dari Node dan memanfaatkan kinerja Asynchronous dari Node.js.

Express juga sangat fleksibel, mendukung Full Application. dan juga REST API. Mungkin kelemahan terbesar dari Express adalah tidak ada cara untuk melakukan suatu hal, khususnya bagi para pemula.

Django

Django adalah Model-View-Template Framework yang menggunakan Python untuk Web Development. Perusahaan besar seperti Google, YouTube, dan Instagram juga menggunakan Framework ini. Django menawarkan banyak fitur seperti Authentication dan Messaging.

Hal terpenting pada Django adalah tentang keamanan. Django menyediakan tool dan teknik bagi Developer untuk membuat Website yang aman atau mengimplementasikan fitur kemanan pada Frameworknya sendiri seperti mencegah pengeksekusian kode pada Template Layer.

Rails

Rails adalah Model-View-Controller Framework yang menggunakan Ruby dan sangat populer yang disukai banyak Developer. AirBnB, GitHub, Hulu, dan Shopify adalah perusahaan utama yang menggunakan Framework tersebut.

Rails dianggap sebagai Framework Begginer-Friendly (Ramah bagi pemula) dan faktanya, Pro dan kontra yang diperdebatkan sangat membantu para pemulai untuk mulai dalam melakukan proses Web Development dengan cepat.

Terdapat banyak hal baik pada Rails yaitu Dependency yang dapat memperluas aplikasi serta dapat membantu kita dalam melakukan proses Development menjadi lebih cepat dan efisien. Komunitas Rails juga sangat luas serta terdapat banyak sekali tutorial dan sumber yang dapat memnbantu kita untuk menjadi Rails Expert.

Kekurangan utama pada Rails adalah kenyataan bahwa kita membutuhkan sedikit usaha untuk men-Deploy (digunakan) nya dan dijalankan pada Production Environment serta mempelajarinya lebih dalam untuk mengungkap keajaiban yang ada dibaliknya akan lebih sulit lagi.

Laravel

Laravel adalah Model-View-Controller Framework yang menggunakan PHP dan merupakan salah satu dari bahasa Web yang paling populer. Laravel juga merupakan Framework yang relatif muda jika dibandingkan dengan Framework lain yang ada pada artikel ini.

Laravel hadir dengan dukungan API Out-of-the-Box dan juga memiliki beberapa paket yang layak untuk dapat diperluas jangkauannya.

Laracasts adalah Website yang memiliki banyak sekali video tutorial PHP, Laravel, dan teknologi Front-End pada ekosistem Laravel dianggap sebagai surga bagi para pemula. Namun, dalam hal kinerja, mungkin Laravel akan kalah jika dibandingkan dengan Django atau Express.

Spring

Spring adalah Model-View-Controller Framework yang menggunakan Java. Website seperti Wix, TicketMaster, dan BillGuard juga menggunakan Framework ini.

Spring memiliki project tambahan yang dapat meningkatkan kinerjanya dan dapat memungkinkan kit untuk meningkatkan skala bisnis dengan cepat.

Front-End JavaScript Framework

Angular

Angular adalah Front-End Framework yang dikhususkan untuk membuat Single Page Applications (SPA) dan juga merupakan Framework yang dinamis dan mampu membangun aplikasi Client-Side yang lengkap serta terdapat banyak hal yang dapat kita lakukan dan pelajari dari Angular.

Angular 1.x menggunakan JavaScript, tetapi kemudian merilis adaptasi dari TypeScript - yang merupakan superset dari JavaScript.

Hal terburuk dari Angular adalah ukurannya dan tidak SEO Friendly meskipun bisa di optimalisasi. Perusahaan besar yang menggunakan Angular adalah Google (Pengembangnya sendiri), Microsoft, dan PayPal.

React

React bukanlah Framework, melainkan Front-End Library. Tetapi, banyak Developer yang menganggapnya sebagai Framework. React adalah Library yang mengadaptasi Component-Based Architecture selain Angular dan Vue. React Virtual DOM dapat memanipulasi DOM dengan cepat dan cukup mudah untuk diambil terutama berkat Syntax JSX.

React dapat digunakan pada Server-Side dan Client Side dan dikembangkan serta dikelola oleh Facebook. Perusahaan yang menggunakannya adalah Facebook dan Instagram.

Vue

Vue.js merupakan bintang baru. Pada awalnya, Vue adalah project individu dan berkembang menjadi salah satu JavaScript Framework yang paling populer. Terdapat banyak hal yang dapat kita lakukan dengan Vue. Pertama, Progressive Framework - artinya, jika kita telah memiliki project, kita dapat mengadaptasikan Vue sebagai salah satu porsi dari project tersebut. Kedua, Vue juga membawa arsitektur komponen dan ekosistem Vue dapat membantu kita untuk membuat Front-End Application secara keseluruhan.

Ember

Ember telah dinobatkan sebagai JavaScript Framework terbaik pada tahun 2015. Sekarang, komunitas Ember sangatlah besar dan semakin berkembang. Ember memiliki Two-Way Data Binding yang juga dimiliki oleh Angular dan hadir dengan banyak fitur serta komponen yang dapat kita gunakan out-of-the-box.

Perusahaan yang menggunakan Framework ini adalah Google, Microsoft, Heroku, dan Netflix.

Backbone

Backbone adalah Front-End Framework yang ringan untuk membuat Single Page Applications (SPA) dan memiliki satu Dependency inti yang merupakan Underscore Library.

Kesimpulan

Saya berharap salah satu Framework terpopuler diatas dapat berguna bagi kalian. Jangan takut untuk mulai mempelajari dan menggunakannya. Framework diatas dapat memberikan cara untuk melakukan suatu hal dan kalian dapat melihat persamaan diantaranya bahkan dalam bahasa yang berbeda pada kategori yang sama. Ingatlah bahwa terdapat beberapa perusahaan besar yang selalu bermigrasi dan mencoba hal baru.

Tampilkan 1 Komentar

1 Komentar

  1. Bang yasya cara masukin kodingan ke artikel blog biar responsive gimana sih?

    BalasHapus

Posting Komentar