Pendahuluan Pemrograman Swift Dasar

Aplikasi dapat melakukan beberapa hal mulai dari menyimpan suatu file, melihat perkiraan cuaca, mengupload file, dll. Tidak peduli apakah Aplikasi tersebut dibuat dengan mudah atau sulit, pembuatan Aplikasi selalu diawali dengan satu baris kode. Berikut adalah contoh dari satu baris kode tersebut:

print("Halo Semuanya")


Output:

Halo Semuanya


Kode adalah susunan instruksi dan aturan dalam setiap bahasa pemrograman yang dapat memberitahukan aplikasi tetang bagaimana cara menampilkan dan melakukan suatu hal.

Disini, kita akan belajar bahasa pemrograman Swift. Untuk menampilkan teks Halo Semuanya seperti diatas juga dapat ditulis dengan bahasa pemrograman Swift.

Komputer dapat mengetahui cara menampilkan teks Halo Semunaya karena terdapat instruksi print(). Ketika kita ingin menampilkan suatu hal, kita dapat menggunakan tool yang dikenal dengan istilah Console.

Console merupakan Text-Based Environment yang dapat menampilkan informasi dan mendapatkan input dari pengguna.

Pada dasarnya, aplikasi dapat berjalan karena terdapat beberapa baris kode dan Komputer dapat membaca beberapa baris kode tersebut dalam waktu yang sama.

Sekarang, mari kita praktikkan. Contoh kode berikut akan menampilkan angka 1 sampai 3:

print("1")
print("2")
print("3")


Output:

1
2
3



Variabel

Apakah kalian ingat dengan apa yang telah kalian lakukan kemarin tepat pukul 13.00? Tenang, komputer dapat menyimpan informasi tersebut jika kita memberitahukannya.

Untuk menyimpan informasi, komputer menggunakan suatu hal yang dikenal dengan istilah Variabel. Sama seperti kotak kardus, Variabel dapat memiliki konten (isi) dan nama yang dapat memberitahukan kita apa isi di dalamnya.

Langkah pertama untuk membuat Variabel adalah dengan menuliskan Keyword var diikuti dengan nama variabel itu sendiri. Berikut adalah contohnya:

var salam


Info: Variabel diatas belum sempurna loh. Tenang, disini kita akan menyempurnakananya

Nama dari Variabel harus berupa kata tunggal dan harus diawali dengan huruf alphabet. Contoh:

daftarTemanKu


Tips:
Nama Variabel yang berupa beberapa kata biasanya diawali dengan huruf kecil dan huruf besar pada huruf pertama dari setiap kata.
daftar teman ku = salah
daftarTemanKu = benar

Sebuah Variabel membutuhkan suatu nilai yang ada di didalamnya. Untuk memberikan nilai pada Variabel hari dibawah ini, kita dapat menggunakan tanda sama dengan "=" dan memberikan nilai "Senin":

var hari = "Senin"


Sekarang, Variabel hari sudah memiliki nilai yaitu "Senin".

Instruksi print() dapat menampilkan nilai dari suatu Variabel. Maka dari itu, untuk mendapatkan dan menampilkan nilai dari Variabel, kita dapat memasukkan nama Variabel dengan menggunakan instruksi print():

var hari = "Senin"
print(hari)


Output:

Senin


Pada contoh diatas, kita telah menggunakan nama Variabel hari untuk menampilkan nilai Senin.

Nilai pada Variabel yang berada diantara tanda petik dua ("...") seperti "Halo Semuanya" dikenal dengan istilah String. String dapat berupa huruf, angka, maupun simbol. Contoh:

var password = "123abc"


Terdapat banyak hal yang dapat kita lakukan dengan String. Contoh, kita dapat menambahakan nilai dari Variabel bersamaan dengan String dengan menggunakan tanda tambah "+":

var nama = "Yasya"
print("Nama saya adalah" + nama + ", saya sedang belajar Pemrograman")


Output:

Nama saya adalah Yasya, saya sedang belajar Pemrograman


Tanda tambah "+" diatas dapat menambahkan atau menggabungkan String menjadi satu baris.

Nilai Variabel juga dapat berupa angka. Tidak seperti String, Nilai Variabel yang berupa angka tidak perlu dikelilingi dengan tanda petik.

Kita juga dapat menambahkan angka seperti String, tetapi hasilnya akan berbeda. Contoh:

var angka = 1 + 1
print(angka)


Output:

2


Tanda tambah "+" pada angka akan menjumlahkan kedua angka tersebut.

Ketika kita menambahkan nilai angka bersamaan dengan String, kita harus memastikan bahwa angka juga harus berupa String. Contoh:

var teks = "1 + 1 =" + "2"
print(teks)


Output:

1 + 1 = 2


Info: Nanti, kita akan belajar cara mengubah String menjadi angka.

Dengan angka, kita dapat melakukan operasi aritmatika. Contoh, kita dapat melakukan pengurangan angka:

var angka = 2 - 2
print(angka)


Output:

0


Tanda kurang "-" dapat kita gunakan untuk melakukan pengurangan.

Kita juga dapat melakukan perkalian. Contoh:

var angka = 3 * 3
print(angka)


Output:

9


Tanda bintang "*" dapat kita gunakan untuk melakukan perkalian.

Terakhir, kita juga dapat melakukan pembagian, tetapi hasilnya akan mengejutkan:

var angka = 10 / 3
print(angka)


Output:

3


Eits, tunggu dulu, apakah 10 dibagi 3 adalah 3?

Angka tanpa desimal disebut dengan Integer. Tidak peduli jika kita melakukan Penambahan, Pengurangan, Perkalian, atau Pembagian, hasilnya akan tetap Integer. Angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 adalah Integer.

Angka yang memiliki Desimal disebut dengan istilah Doubles. Angka 1.1, 1.2, 1.3, dst adalah Doubles.

Untuk mendapatkan angka Double dari operasi aritmatika, pertama-tama salah satu angka harus diubah menjadi angka Doubles. Contoh:

var angka = 10.0 / 3
print(angka)


Output:

3.333333333


Menarik bukan? Selama salah satu angka adalah Doubles, hasilnya juga akan berupa Doubles.

Dengan menggunakan Doubles, kita dapat membuat aplikasi yang dapat mengubah satuan Mil ke Kilometer. Contoh:

var mil = 500.0
var kilometer = meter * 1.60934
print(kilometer)


Output:

804.67


Boolean

String dan angka bukanlah salah satu tipe dari angka. Pada bagian ini, kita akan membahas sebuah tipe yang disebut dengan istilah Boolean.

Boolean adalah nilai yang spesial karena hanya berupa benar (true) atau salah (false). Contoh:

var masuk = true
print(masuk)


Output:

true


Kedepannya, kita akan sering menggunakan Boolean mulai untuk membandingkan nilai dan variabel.

Kita dapat menggunakan dua tanda sama dengan "==" untuk mengecek jika kedua nilai itu sama atau tidak. Contoh:

print("Apel" == "Jeruk")


Output:

false


Hasilnya akan false karena Apel tidak sama dengan Jeruk.

Jika kita ingin menampilkan hasil true, maka kodenya akan seperti berikut:

print("Apel" == "Apel")


Output:

true


Ya, tentu saja, itulah mengapa hasilnya menjadi true karena Apel itu sama dengan Apel.

Kita juga dapat menyimpan hasil perbandingan kedalam Variabel. Contoh:

var hasil = "Apel" == "Jeruk"
print(hasil)


Output:

false


Tanda satu sama dengan "=" digunakan untuk menyimpan nilai, sedangkan dua tanda sama dengan "==" digunakan untuk membandingkan nilai.

Kita juga dapat mengecek apakah dua string tidak sama dengan. Contoh kodenya akan terlihat seperti berikut:

var hasil = "Apel" != "Jeruk"
print(hasil)


Output:

true


Operator != disebut dengan istilah Not Equals (Tidak sama dengan).

Bagaimana dengan kode berikut, apakah hasilnya tidak sama?

var hasil = "Apel" != "Apel"
print(hasil)


Output:

false


"Apel" dan "Apel" itu sama, itulah mengapa != akan menghasilkan false.

Kita dapat menggunakan tanda "==" dan "!=" untuk membandingkan beberapa tipe, termasuk angka.

Untuk angka, kita juga dapat mencari tahu bagaimana membandingkannya. Tanda "<" dapat kita gunakan jika angka di sebelah kiri itu lebih besar dari angka di sebelah kanan. Contoh:

var hasil = 1 < 10
print(hasil)


Output:

true


Ya, karena angka 1 itu lebih kecil dari angka 10, perbandingannya akan menghasilkan true.

Artinya, kita juga dapat mengecek jika angka lebih besar dari yang lainnya. Contoh:

var hasil = 1 > 10
print(hasil)


Output:

false


Ya, karena angka 1 tidak lebih besar dari angka 10.

Kita tidak akan selalu membandingkan suatu nilai. Maka dari itu, kita juga dapat menambahkan Variabel kedalamnya:

var angka = 10
var hasil = angka == 1
print(hasil)


Output:

false


Hasilnya akan false karena nilai dari angka adalah 1 - yang tidak sama dengan angka 10.

Sekarang, kita juga dapat mengecek kebenaran dari suatu password:

var password = "123456789"
var masuk = password == "!23456789"
print(masuk)


Output:

true


Pada dasarnya, itulah cara kerja Aplikasi ketika mengecek suatu password.

Statement Kondisional

Booleans merupakan suatu tipe yang bagus karena dapat membantu suatu aplikasi dalam membuat suatu keputusan.

Disini, kita dapat menggunakan Keyword if (jika) untuk menjalankan satu baris kode hanya jika beberapa Boolean adalah true:

if true {
    print("Halo Semuanya")
}


Output:

Halo Semuanya


Itulah yang disebut dengan istilah Statement If. Pada poin ini, true akan selalu menampilkan true. Artinya, aplikasi akan selalu menampilkan teks "Halo Semuanya".

Sebagai contoh, sebuah Statement If membutuhkan nilai Boolean yang hanya true jika kondisinya dipenuhi:

var password = "123456"
if password == "123456" {
    print("Selamat Datang di El Creative Academy")
}


Output:

Selamat Datang di El Creative Academy


Kondisi (Condition) pada Statement If dapat bekerja pada semua perbandingan yang telah kita pelajari sebelumnya. Kita juga telah menggunakan tanda kurawal "{...}" untuk menandakan pembukaan dan penutupan baris yang kita inginkan tergantung pada kondisinya.

Tanda pembuka kurawal "{" dituliskan setelah suatu kondisi. Sedangkan tanda penutup "}" dituliskan dibawah baris yang kita inginkan tergantung pada kondisinya.

Disini, kita juga dapat membuat Statement If yang bergantung pada angka:

var temperaturCelcius = 0.0
if temperaturCelcius =- 0.0 {
    print("Membeku")
}


Output:

Membeku


Statement If juga dapat bekerja seperti halnya Doubles dan Integer.

Kita juga dapat menggunakan tanda "<" untuk mengecek jika temperaturCelcius lebih kecil dari 0.0:

var temperaturCelcius = -10.0
if temperaturCelcius < 0.0 {
    print("Brrr")
}


Output:

Brrr


Kode diatas akan tetap menghasilkan teks Brr kedalam Console kapanpun ketika nilai dari temperaturCelcius lebih kecil dari 0.0.

Kode berikut juga akan menjadi true untuk operator lebih dari:

var temperaturCelcius = 5.0
if temperaturCelcius > 0.0 {
    print("Bzz")
}


Output:

Bzz


Kita dapat menggunakan Keyword else untuk menjalankan perbedaan baris jika kondisinya adalah false. Contoh:

var password = "Hiu"
if password == "Paus" {
    print("Halo")
} else {
    print("Hai")
}


Output:

Hai


Aplikasi akan menampilkan teks Hai karena password adalah "Hiu", bukan "Paus".

Perhatikan juga bahwasannya else harus berada di bagian akhir dari Statement If.

Selain itu, kita juga dapat menggunakan Keyword else if untuk menambahkan kondisi lain. Contoh:

var jam = 12
if jam < 12 {
    print("Selamat Pagi")
} else if jam < 17 {
    print("Selamat Siang")
}


Output:

Selamat Siang


Sekarang, contoh kode diatas akan menampilkan teks Selamat Siang ketika jam tidak kurang dari 12 tetapi lebih kecil dari 17.

Setelah Statement If, kita dapat menambhakan berapapun Statement else if yang ingin kita gunakan. Contoh:

var jam = 12
if jam < 12 {
    print("Selamat Pagi")
} else if jam < 17 {
    print("Selamat Siang")
} else if jam < 21 {
    print("Selamat Sore")
}


Jika kita ingin menggunakan Statement else bersamaan dengan Statement else if, maka Statement else harus berada di bagian akhir kode. Contoh:

var jam = 12
if jam < 12 {
    print("Selamat Pagi")
} else if jam < 17 {
    print("Selamat Siang")
} else if jam < 21 {
    print("Selamat Sore")
} else {
    print("Selamat Malam")
}


Selanjunya, kita juga bisa mendapatkan input dari pengguna. Contoh:

var password = readLine()
if password = "yasya" {
    print("Selamat Datang")
} else {
    print("Password Salah!")
}


Ketika kita mendapatkan input dari pengguna, kita tidak akan mungkin menanyakan apa yang mereka masukkan.

Loops

Terkadang, aplikasi dapat mengulangi suatu tugas yang sama selama berkali-kali. Contoh:

var angka = 1
print(angka)
angka = angka + 1
print(angka)
angka = angka + 1
print(angka)


Output:

1
2
3


Bayangkan jika kalian melakukannya untuk menampilkan Output sampai 100, membosankan bukan?

Disini, kita tidak perlu mengulangi hal yang sama selama berkali-kali. Melainkan kita dapat menggunakan Loops.

Dengan Keyword while, kita dapat menjalankan beberapa baris kode sementara (while) kondisi tertentu menghasilkan true:

while true {

}


Sekali lagi, disini kita selalu menggunakan tanda kurawal untuk mendahului dan mengakhiri baris yang ingin kita ulang.

Sekarang, mari kita lihat apa yang terjadi ketika kita menambahkan instruksi print() kedalam Loop:

while true {
    print("Selamat Datang")
}


Output:

Selamat Datang
Selamat Datang
Selamat Datang
Selamat Datang
Selamat Datang
.....


Karena kondisinya selalu true, maka Loops (Pengulangan) tidak akan berhenti. Sekarang, mari kita ubah sedikit:

var jalan = true
while jalan == true {
    print("Selamat Datang")
    jalan = false
}


Output:

Selamat Datang


Bagus, tetapi disini Loop langsung berhenti tepat setelah pertama kali dijalankan.

Kita dapat menggunakan variabel penghitung (Counter Variable) untuk mengontrol jumlah pengulangan (Loop) untuk dijalankan:

var angka = 1
while angka < 3 {
    print(angka)
    angka = angka + 1
}


Output:

1
2


Sekarang, Loop akan berjalan selama angka kurang dari 3.

Untuk membuat Loop dapat berjalan selama angka kurang dari atau lebih dari 3, kita dapat menggunakan tanda <=:

var angka = 1
while angka <= 3 {
    print(angka)
    angka = angka + 1
}


Output:

1
2
3


Sekarang, Loop tetap akan berjalan ketika angka bertambah menjadi 3.

Kita juga dapat memiliki variabel penghitung mundur dari angka 3 ke angka 1:

var angka = 3
while angka > 3 {
    print(angka)
    angka = angka - 1
}


Output:

3
2


Bagus, sekarang Loop akan berjalan selama angka lebih dari 1.

Untuk memasukkan angka 1 kedalam penghitung, kita dapat menggunakan simbol lebih dari atau sama dengan:

var angka = 3
while angka >= 3 {
    print(angka)
    angka = angka - 1
}


Output:

3
2
1


Menarik bukan? Itulah kombinasi dari tanda ">" dan "=".

Dengan menggunakan Keyword for dan in, kita dapat menjalankan beberapa baris untuk angka tertentu sebanyak beberapa kali:

for angka in 1 ... 3 {
    print(angka)
}


Output:

1
2
3


Contoh diatas dapat disebut dengan istilah for Loop.

Sekali lagi, angka merupakan variabel penghitung (Counter Variable). Bagaimanapun juga, kita harus membuatnya pada baris pertama dari Loop dan dalam hal ini, kita tidak perlu menggunakan var.

Kita juga dapat memberi nama variabel penghitung. Biasanya, para Developer memberikan nama dengan i:

for i in 1...3 {
    print(i)
}


Output:

1
2
3


Untuk menentukan jumlah angka untuk pengulanagan, kita harus mengawali angka diikuti dengan ... dan diakhiri dengan angka:

for i in 1 ... 3 {
    print(i)
}


Output:

1
2
3


Setiap kali Loop berjalan, i akan mendapatkan nilai yang berbeda serta akan diawali dari angka awal dan diakhiri dengan angka akhir.

Sampai saat ini, kita dapat menggunakan Loop untuk menghitung dan melakukan kalkulasi:

for i in 1 ... 3 {
    print(i * i)
}


Output:

1
4
9


Disini juga kita akan belajar cara menggunakan Loop melalui beberapa koleksi nilai:

var nama = ["Yasya", "Agung", "Arman"]
for panggilan in nama {
    print(panggilan)
}


Output:

Yasya
Agung
Arman

0 Komentar