EL Creative Academy Site of The Month
Mengenal dan Mempelajari Metrik pada SEO

Search Engine Optimization adalah proses yang cukup kompleks. Maka dari itu, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan serta beberapa metrik SEO yang dapat digunakan untuk melacak faktor-faktor tersebut.

Umumnya, tidak mungkin bagi kita untuk melacak semua perubahan. Tetapi setidaknya kita harus memiliki gambaran dasar tentang apa yang akan terjadi dengan suatu Website/Blog agar dapat berhasil dalam persaingan di dunia Internet.

Mari kita lihat beberapa metrik SEO yang harus diketahui oleh setiap pemilik Website/Blog untuk mengukur keberhasilan pada SEO.



Traffic Organik

Traffic Organik (Organic Traffic) sangat tertuju pada semua pengunjung yang masuk ke suatu Website/Blog kalian langsung dari Search Engine (Tidak termasuk iklan PPC berbayar).

Dalam hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Traffic Organik yang tinggi adalah tujuan akhir dari Search Engine Optimization. Jadi, alangkah baiknya bagi kita untuk secara teratur melacak kemajuan tersebut agar kita dapat mengetahui apakah teknik SEO yang kita terapkan itu berhasil atau tidak.

Untuk melihat keseluruhan Traffic Organik yang masuk ke Website/Blog, kalian harus masuk ke akun Google Analytics kemudian arahkan ke bagian Acquisition  (Akuisisi) > All Traffic (Semua Traffic) > Channels  (Saluran) > Organic Search (Pencarian Organik).

Jika kalian ingin melihat kinerja dan popularitas dari Landing Page, caranya adalah dengan menganalisis Traffic Organik yang masuk ke setiap Landing Page. Cukup masuk ke menu Behaviour (Perilaku) > Site Content (Konten Situs) > Landing Pages (Halaman Landing) dan pilih segmen lalu Organic Traffic (Traffic Organik).

Organic Traffic (Traffic Organik)

Tips: Untuk melihat perkembangannya, kalian dapat membandingkan data dari minggu ke minggu, bulan ke bulan atau tahun ke tahun. Jika Traffic-nya musiman, cobalah untuk membandingkan data dari bulan yang sama dengan tahun lalu.

Bounce Rate

Bounce Rate (Rasio Pantulan) adalah metrik SEO yang dapat menunjukkan jumlah sesi dalam satu halaman, dengan kata lain - yaitu jumlah berapa banyak pengunjung yang meninggalkan Website/Blog kalian tanpa melakukan tindakan apa pun.

Apakah Bounce Rate yang tinggi adalah hal yang buruk?

Tergantung pada tujuan utama dari halaman yang dibuat. Tingkat Bounce Rate yang tinggi pada halaman Checkout eCommerce adalah masalah yang jauh lebih besar daripada tingkat Bounce Rate yang tinggi pada halaman informasi kontak perusahaan.

Bounce Rate

Misalnya, Bounce Rate dari postingan pada blog sebesar 75-80%, sebenarnya presentase tersebut tidaklah buruk karena hanya menunjukkan bahwa pengunjung masuk ke artikel tersebut, membacanya, lalu keluar. Dalam hal ini, tindakan tersebut merupakan perilaku yang benar-benar alami. Karena Bounce Rate tidak mempertimbangkan waktu yang dihabiskan pengunjung pada suatu halaman, jadi hal tersebut tidak berarti bahwa mereka tidak menemukan apa yang mereka butuhkan.

Selain fakta bahwa metrik SEO tersebut sangat relatif dalam hal hasil yang baik/buruk, jumlah dari Bounce Rate juga dapat berbeda-beda berdasarkan industri/niche serta sumber Traffic dari Website/Blog kalian.

Kalian dapat membandingkan Bounce Rate pada Halaman Landing, menganalisis mengapa beberapa performanya lebih baik daripada yang lain dan menggunakan teknik yang sama untuk menurunkan Bounce Rate pada halaman yang memiliki perfoma yang buruk.

Tips: Untuk melihat perbandingan Bounce Rate yang tepat, kalian dapat membandingkan jenis halaman yang serupa (Misalnya postingan blog dengan postingan , halaman produk dengan halaman produk, dll).

Page per Session

Setelah mengetahui tentang Bounce Rate, sekarang mari kita lihat user yang mengunjungi halaman pada Website/Blog kalian.

Page per Session (Halaman per sesi) adalah metrik SEO yang dapat menunjukkan rata-rata jumlah halaman yang dikunjungi pengujung dalam satu sesi (satu sesi secara default adalah ± 30 menit).

Page per Session

Tidak seperti metrik Time on Site dan Average Session (durasi sesi rata-rata) yang sangat dipengaruhi oleh kurangnya data untuk halaman keluar (Google Analytics tidak dapat mengukur kapan pengunjung meninggalkan Website/Blog kalian), Page per Session adalah metrik SEO dan Indikator  yang cukup akurat.

Tetapi dalam beberapa kasus, jumlah Page per Session yang tinggi dapat menandakan bahwa pengunjung tidak dapat menemukan apa yang mereka cari. Itulah sebabnya mengapa baik bagi kita untuk memeriksa aliran tindakan di Google Analytics agar kita dapat melihat jalur persis yang diambil oleh user ketika mengunjungi Website/Blog kita.

Tips: Lihatlah metrik Page per Session secara realistis, jangan berharap memiliki rasio yang tinggi jika kalian memiliki artikel split seperti Tribun News. Jika kalian ingin nilai dari Page per Session menjadi tinggi, pikirkan tentang Improvement yang dapat kalian lakukan untuk melibatkan pengunjung seperti melampirkan widget Related Post, dll.

CTR Organik

Rasio klik-tayang organik (RKT)/Organic click-through rate (CTR) adalah jumlah klik yang berhubungan dengan tayangan di SERP (Search Engine Result Page) - (berapa banyak pengunjung yang melihat Website/Blog kalian dalam hasil pencarian dibagi dengan jumlah pengunjung yang mengklik Website/Blog kalian).

Metrik CTR juga sering diabaikan ketika dihubungkan kedalam SEO karena rata-rata pemilik Website/Blog tampaknya terfokus pada peringkat/Rank Website/Blog-nya.

Meskipun CTR sangat bergantung pada posisi di SERP, masih ada ruang bagi kalian untuk melakukan manuver dalam hal Performa yang lebih baik dengan  cara memilih URL yang tepat serta mengedit Meta Tag Title dan Description pada halaman Website/Blog kalian.

CTR  rata-rata pada Website/Blog kalian dapat dilihat pada Google Search Console tepat dibawah menu Performance (Performa). Demikian pula dengan metrik SEO yang saya sebutkan sebelumnya, kalian juga dapat menganalisis performa halaman yang baik dan mencoba untuk meningkatkan CTR pada halaman yang memiliki performa buruk.

Cobalah untuk bereksperimen dengan Meta Tag Title dan Description serta hal baru dan lihat apa manalah yang lebih baik.

CTR Organik

Tips: Saat mengubah Meta Tag Title dan Description, kalian harus selalu mempertimbangkan semua Keyword yang berperingkat karena optimasi CTR dapat meningkatkan hasil untuk satu Keyword tetapi memiliki kinerja yang lebih buruk pada SERP lain.

Domain Authority dan Page Authority

Sekarang mari kita lihat metrik yang fokus pada otoritas keseluruhan halaman dan memprediksi keberhasilannya.

Metrik Domain Authority dan metrik Page Authority dikembangkan oleh Moz untuk mengukur otoritas (kemampuan untuk menentukan peringkat dalam SERP) Website/Blog pada skala dari 1 sampai 100.

DA dan PA telah menjadi metrik SEO yang sangat populer selama bertahun-tahun dan telah menggantikan metrik PageRank yang sering digunakan sebelumnya.

Sekarang, Moz telah memperbarui indeks dari backlink menjadi jauh lebih sensitif daripada sebelumnya.

Tetapi, metrik SEO yang satu ini tidak cocok digunakan sebagai nilai yang absolut. Berikut adalah penjelasan dari Moz: "Jika Facebook mendapatkan satu miliar Link baru, PA dan DA dari semua pemilik Website akan turun secara relatif terhadap Facebook.".

Dengan kata lain, tidak ada nilai DA/PA yang baik atau buruk. Hal yang sebenarnya adalah DA dan PA digunakan sebagai metrik relatif untuk membandingkan otoritas Website/Blog milik kalian dengan Website/Blog milik saingan kalian.

Tips: Ketika DA/PA digunakan untuk mengevaluasi Backlink, kalian harus fokus terutama pada Domain Authority karena Link Equity dilewatkan dari halaman tertentu, bukan dari domain. Hal ini adalah salah satu kesalahpahaman umum yang mengatakan tentang "Backlink dari Website dengan DA 50" meskipun Link tersebut berasal dari postingan blog tertentu dengan Domain Authority yang rendah.

Perbedaan antara metrik Domain Authority dan Page Authority sudah terlihat jelas dari namanya. Keduanya dihitung dengan cara yang sama tetapi Domain Authority mempertimbangkan seluruh domain sementara Page Authority dapat menggambarkan kekuatan peringkat dari halaman tertentu.

Citation Flow dan Trust Flow

Sama seperti DA dan PA, metrik Citation Flow dan Trust Flow didasarkan pada Backlink yang merujuk pada Website/Blog tertentu dan ditentukan pada skala 100 poin.

Citation Flow tertuju pada jumlah Backlink yang menunjuk pada suatu Website/Blog - Maka dari itu, hal tersebut dapat menunjukkan popularitas dari suatu Website/Blog dalam hal jumlah Backlink.

Menurut Majestic, Trust Flow dapat menunjukkan kualitas dari Backlink berdasarkan kedekatan Link pada Website/Blog yang tepercaya. Dengan kata lain, Backlink dari Website/Blog yang tepercaya dapat meningkatkan Trust Flow pada Website/Blog kalian.

Itulah sebabnya sangat jarang bahwa Trust Flow memiliki nilai yang lebih tinggi daripada Citation Flow, karena terdapat banyak Backlink tetapi tidak semuanya memiliki Domain Authority yang tinggi.

Dengan melihat metrik Citation Flow dan Trust Flow, kalian dapat dengan mudah menghitung “rasio Trust Flow” halaman dengan membagi Trust Flow dan Citation Flow (Misalnya Trust Flow = 22 dibagi dengan Citation Flow = 30 yaitu 0.73). Maka dari itu, kalian harus membidik angka tertinggi. Angka 1 adalah angka yang luar biasa dan nilai di atas 1 benar-benar sangat luar biasa.

Tips: Mungkin Trust Flow merupakan metrik yang bagus ketika kita ingin mengevaluasi prospek Link yang berpotensi. Tidak ada yang menginginkan Backlink dari Website/Blog yang tidak dapat dipercaya.

Jika Trust Flow jauh lebih rendah daripada Citation Flow, profil dari Link mungkin terdiri dari banyak Backlink yang berkualitas rendah.

Haruskah kalian peduli dengan Citation Flow dan Trust Flow?

Jawabannya adalah "Tergantung". Umunya, Backlink yang berkualitas rendah tidak akan berdampak negatif pada Website/Blog kalian asalkan tidak dibuat secara sengaja oleh kalian sendiri. Tetapi, jika kalian memang menggunakan Backlink yang berkualitas rendah untuk meningkatkan peringkat, Website/Blog kalian mungkin akan mendapatkan tindakan (Pinalti) oleh Google.

SERP Dominance

Jika kalian telah sering membaca artikel tentang SEO, mungkin kalian sering melihat banyak penulis yang mengatakan "SEO bukan tergantung dari peringkat pertama".

Apakah maksud dari "SEO bukan tergantung dari peringkat"?

Banyak SEO pemula yang fokus hanya pada peringkat pertama di SERP Google. Meskipun tidak ada salahnya dengan peringkat yang baik.

Bayangkan ketika kalian mendapatkan peringkat #1 untuk Keyword yang dapat memberikan Traffic 20 pengunjung unik setiap hari. Pada waktu yang sama, kalian memiliki peringkat #6 untuk Keyword yang dapat memberikan Traffic 200 pengunjung baru setiap hari. Tentu saja, Keyword kedua lebih berharga, bahkan jika kalian tidak pernah mencapai posisi lebih tinggi dari #6.

Itulah mengapa kalian tidak boleh hanya fokus pada peringkat pada masing masingnya, tetapi fokuslah pada dominasi keseluruhan dalam SERP yang ingin kalian tingkatkan.

Hal lain yang perlu kalian pertimbangkan adalah jenis konten yang ingin ditingkatkan peringkatnya. Google dapat menjadi lebih baik dalam mengetahui maksud dari user dan jenis konten yang kalian miliki mungkin tidak dapat membuat peringkat untuk Query tertentu sama sekali, bahkan jika topik tersebut sangat relevan.

Itulah sebabnya SERP Dominance adalah metrik yang lebih baik untuk diikuti daripada peringkat tertentu, meskipun mungkin lebih sulit untuk mengukurnya secara tepat.

Refering Domain

Ketika terdapat banyak Backlink yang merujuk ke Website/Blog kalian, tidak ada yang terlihat lebih baik daripada angka yang bagus dan mewakili semua Backlink.

Tetapi, untuk tujuan pelacakan dalam perkembangan, jumlah Refering Domain jauh lebih baik dan metriknya lebih representatif.

Ada apa Dengan Refering Domain?

Penghitungan Backlink secara keseluruhan mencakup Link yang ada di seluruh Website/Blog yang membelokkan hasilnya dan dapat mengubah jumlahnya dengan cepat tanpa menunjukkan kualitas Link yang sebenarnya. Kenyataannya, Website/Blog yang memiliki 10 Backlink dari 10 domain yang berbeda mungkin lebih otoritatif daripada Website/Blog dengan 50 Backlink dari 5 domain di mata Search Engine.

Jadi, kalian juga harus memeriksa jumlah Backlink dari saingan kalian dan jumlahnya mungkin akan membuat kalian menjadi patah semangat, jangan lupa untuk memeriksa jumlah Refering Domain daripada jumlah keseluruhannya.

Untuk lebih tepatnya tentang berapa banyak entitas yang berbeda yang terhubung ke suatu Website/Blog, kita dapat melihat jumlah alamat Refering IP atau Refering Subnet.

Tips: Dalam hal Link Building, ingatlah bahwa kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas. Satu Backlink dari Website Resmi jauh lebih berharga daripada ratusan Backlink yang berkualitas rendah yang mungkin dapat lebih merugikan kalian.

Page Speed

Kecepatan halaman (Page Speed) menjadi faktor utama dalam pencarian Desktop dan Mobile pada Google, sangat penting bagi kita untuk mempertimbangkan metrik SEO yang satu ini.

Cara terbaik untuk menguji kecepatan Website/Blog kalian adalah dengan menggunakan Google PageSpeed Insights. Tidak hanya nilai situs kecepatan dari Website/Blog, tetapi juga akan menyarankan perbaikan yang dapat dilakukan jika hasilnya tidak sebagus yang diharapkan.

Kecepatan halaman bukan hanya tentang metrik SEO saja, tetapi juga mempengaruhi pengalaman dari pengguna. Fakta yang diketahui bahwa kemungkinan pengunjung keluar dari Website/Blog sebelum waktunya karena disebabkan oleh loading yang lambat tumbuh secara signifikan jika halaman memuat lebih dari 3 detik.

Jika kalian ingin melacak kecepatan Website/Blog dari waktu ke waktu atau memfilter kecepatan halaman pada setiap perangkat, maka kalian dapat menggunakan Google Analytics.

Tips: Jangan panik tentang kecepatan Website. Tingkatkan sebanyak yang kalian bisa tetapi jangan lupa bahwa Website/Blog yang lebih cepat tidak akan memberikan peringkat yang lebih tinggi jika kontennya tidak relevan dan bagus.

Kesimpulan

Metrik SEO yang saya sebutkan pada artikel ini hanyalah sebagai acuan saja. Tetapi jika kalian baru mengenal tentang SEO, alangkah baiknya jika kalian berfokus pada beberapa metrik yang paling relevan.

Terdapat banyak sekali rekomendasi dan tips di internet yang dapat membuat kalian bingung. Maka dari itu, tetaplah berpegang pada dasar-dasarnya.

Mungkin itu saja yang dapat saya tulis. Jika kalian memiliki pertanyaan, silahkan tuliskan di kolom komentar. Terimakasih.

0 Komentar