Mengatur File dan Direktori pada Linux

Sebelum melanjutkan, pastikan kalian sudah melihat bagian tentang Linux Dasar dan bagian Membuat File dan Direktori.

Pada artikel ini, kita akan mempelajari cara mengatur atau me-manage file dan direktori pada linux seperti menyalin, mengubah nama, memindahkan, dan melihat file atau direktori. Kemudian, kita akan melihat sedikit tentang perintah ifconfig.



Menyalin File pada Linux

Pada bagian Membuat File dan Direktori sebelumnya, saya telah membuat sebuah file yang bernama filebaru pada direktori /root/Downloads/Dokumen.

ls -l

Mari kita bayangkan kalau kita ingin menyalin file tersebut kedalam direktori home, user root. Kita dapat melakukannya dengan menggunakan perintah berikut:

cp filebaru /root


Perintah diatas akan memberitahukan linux untuk menyalin (cp) file yang bernama filebaru (di dalam folder yang sedang kita buka) kedalam direktori root user (sekali lagi, jangan bingung dengan direktori yang memiliki tanda "/"). Kita tidak perlu menentukan dimana direktori dari filebaru berada jika kita sedang berada di dalam direktori dimana file tersebut berada.

Perintah diatas dapat kita gunakan untuk menyalin file kedalam lokasi yang kita tentukan. Jadi, sekarang kita telah memiliki dua file yang bernama filebaru.

perintah cp

Pada gambar diatas, kita dapat melihat file yang bernama filebaru ketika kita berpindah direktori (cd) ke dalam root user dan menampilkan daftar file (ls).

Bagaimana jika kita ingin menyalin file dari direktori selain yang sedang kita buka? Dalam hal ini, kita harus menentukan path ke direktori. Contoh:

cp /root/Downloads/Dokumen/filebaru /root


Perlu dicatat bahwasannya kita tidak perlu menentukan nama file pada lokasi untuk salinan file tersebut.

Memindahkan File pada Linux

Sayangnya, kita tidak dapat mengubah nama file dengan menggunakan perintah pada linux. Jadi, kebanyakan penggunakanya menggunakan perintah mv untuk memindahkan dan merubah nama file.

Mari kita bayangkan bahwasannya kita telah salah meletakkan file yang bernama filebaru dan kita ingin memindahkannya kedalam direktori root (/). Kita dapat menggunakan perintah berikut:

mv /root/filebaru /

perintah mv

Perintah diatas dapat memindahkan filebaru dari direktori root user kedalam direktori root (/). Perlu dicatat bahwasannya perintah tersebut akan memindahkan file dan tidak akan meninggalkan file lama (bukan menyalin).

Terkadang, kita juga ingin mengubah nama file dan tidak ingin memindahkan file tersebut ke lokasi lain. Dalam hal ini, kita juga dapat menggunakan perintah mv.

Disini, kita hanya perlu memberitahukan linux untuk memindahkan file asli kedalam file baru dengan nama yang baru. Misalnya, kita akan mengubah file yang bernama filebaru menjadi filelama. Kita dapat menggunakan perintah berikut:

mv filebaru filelama

perintah mv2

Perlu diperhatikan bahwa kita tidak menggunakan path apapun karena kita hanya memindahkan file ke direktori yang sama. Jika kita menggunakan pentintah directory listing (ls), kita tidak akan malihat file yang bernama filebaru lagi dan tentunya kita akan melihat file yang bernama filelama.

Melihat File pada Linux

Masih dengan menggunakan terminal, kita juga dapat melihat isi file atau konten dengan menggunakan perintah cat. cat merupakan singkatan dari concatenate.

Masih pada direktori yang sama, mari kita lihat beberapa file. Misalnya, kita akan melihat isi dari file yang bernama filelama:

cat filelama

perintah cat

Tentu saja file tersebut akan kosong karena tidak ada konten yang ada di dalam file tersebut.

Ketika kita menggunakan perintah diatas, pada dasarnya kita dapat melihat konten yang biasanya berupa teks. Terkadang, terdapat file teks yang ketika kita lihat dengan menggunakan perintah cat memiliki konten yang sangat banyak. Contohnya seperti file README, dokumentasi, dll.

Jika terdapat banyak teks yang ada di dalam file tersebut, kita dapat menggunakan scroll untuk membacanya. Tetapi, terdapat cara lain yang mungkin dapat terlihat lebih mudah.

Terdapat dua perintah yang sama seperti cat tetapi lebih mudah untuk digunakan. Perintah tersebut adalah more dan less. Keduanya sangatlah mirip.

Diantara perintah more dan less, saya pribadi paling suka dengan perintah less.

Networking pada Linux

Sebelum mengakhiri artikel ini, saya ingin menunjukkan kepada kalian satu perintah yang sangat simple yaitu ifconfig. Mungkin kalian sudah terbiasa dengan perintah ipconfig pada Windows dan sama seperti yang kalian ketahui, perintah tersebut dapat menampilkan informasi tentang konfigurasi jaringan. Mari kita coba:

ifconfig

ifconfig

Seperti gambar diatas, perintah tersbut dapat menampilkan informasi tentang konfigurasi jaringan termasuk IP Address, Netmask, Broadcast Address, Interface, MAC Address, dll. Kita akan membahasnya pada bagian selanjutnya.

Jika kalian belum membaca bagian sebelumnya, silahkan cek bagian Linux Dasar dan bagian Membuat File dan Direktori pada linux. Jika kalian memiliki pertanyaan, silahkan tuliskan pada kolom komentar. Terimakasih.

0 Komentar