Ads by Yasya El Hakim
Menampilkan Animasi Loading atau Progress Bar Ketika Halaman Masih Dimuat Hanya dengan JavaScript

Semakin berjalannya waktu, JavaScript semakin berkembang dan berevolusi tanpa adanya masalah kompabilitas. Tentunya terdapat fitur baru tetapi fitur lama tetap dan masih bisa digunakan.

Itulah alasan mengapa JavaScript bagus untuk dipelajari. Tetapi, dari hal yang bagus, terdapat pula hal buruk. Hal buruknya adalah kesalahan creator JavaScript yang terjebak dalam bahasa tersebut selamanya.

Kasus ini terjadi sampai tahun 2009 ketika munculnya ECMAScript 5 (ES5). Terdapat fitur baru dan terdapat juga beberapa fitur lama yang diubah. Agar kode lama dapat berfungsi, kita harus menggunakan directive "use strict".



Menggunakan "use strict"

Directive ini dapat terlihat seperti string: "use strict" atau 'use strict'. Ketika directive tersebut ada di dalam script, maka keseluruhan script akan bekerja dengan cara yang modern. Contoh:

"use strict";

// Kode dibawah ini akan bekerja dengan cara yang modern
...


Mungkin, pada bagian selanjutnya kita akan mempelajari beberapa fungsi (cara mengelompokkan suatu perintah). Untuk sekarang, mari kita pelajari tentang "use strict" yang dapat di letakkan di bagian paling awal script.

Dengan menggunakan directive tersebut, maka kita telah mengaktifkan mode strict hanya kedalam fungsi. Tetapi biasanya, banyak developer yang menggunakannya pada seluruh script.

Hal yang Harus Diperhatikan tentang "use strict"

Jika kita menggunakan "use strict", maka kita harus meletakkannya di bagian paling atas script. Jika tidak, strict mode tidak akan diaktifkan.

Berikut adalah contoh jika mode strict tidak diaktifkan:

alert("Baris Kode");
// "use strict" dibawah ini akan diabaikan, karena berada di bawah

"use strict";

// mode strict tidak akan di aktifkan


Pada kode diatas, mungkin kalian hanya akan melihat komentar yang berisi teks "use strict".

Membatalkan "use strict"

Jika kita sudah memasang directive "use strict", kita tidak dapat menonaktifkannya lagi.

"use strict" pada Browser Console

Untuk kedepannya, ketika kalian menggunakan console pada browser untuk menguji suatu fitur, pastikan bahwa directive tersebut tidaklah digunakan secara default.

Terkadang, ketika kita menggunakan "use strict", kita akan mendapatkan hasil yang salah.

Kalian dapat mencoba kode berikut dan menekan tombol Shift + Enter pada keyboard untuk memasukkan baris baru, dan gunakan "use strict" di baris paling awal:

'use strict'; <Shift+Enter untuk membuat baris baru>
    //  ... kumpulan kode
<Tekan enter untuk dijalankan>


Kode diatas akan berfungsi pada browser modern seperti Firefox dan Chrome.

Jika kode diatas tidak berjalan, cara yang tepat untuk memastikan agar "use strict" dapat dimasukkan adalah seperti contoh kode berikut:

(function() {
    'use strict';

    // ... kumpulan kode
})()


Selalu Gunakan "use strict"

Pada bagian ini, kita belum membahas perbedaan antara mode strict dan mode default.

Mungkin pada bagian selanjutnya, kita akan membahas perbedaan diantara keduanya. Untungnya, perbedaan di antara keduanya tidaklah banyak.

Untuk sekarang, mungkin cukup disini pembahasan tentang "use strict". Agar semakin mantap dan jelas, berikut adalah beberapa kesimpulannya:
  1. Directive "use strict" dapat mengalihkan engine kedalam mode yang modern dan mengubah tindakan dari beberapa fitur built-in. Kita akan membahasnya pada bagian yang akan datang.
  2. Mode strict dapat diaktifkan dengan meletakkan "use strict" tepat di bagian paling atas script atau fungsi. Beberapa fitur bahasa JavaScript seperti Class dan Module dapat mengaktifkan mode strict secara otomatis.
  3. Mode strict di dukung oleh semua browser modern.
  4. Saya merekomendasikan agar kalian selalu menggunakan "use strict".

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya