Ads by Yasya El Hakim
Membuat Program Pertama dengan JavaScript

Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa hal tentang block kode. Jadi, langsung saja kita masuk kedalamnya.



Statement pada JavaScript

Pernyataan (Statement) merupakan susunan syntax (penulisan) dan perintah yang dapat malakukan suatu tugas.

Pada bagian sebelumnya, kalian telah melihat contoh kode dari alert. Contohnya seperti berikut:

alert('Halo Semuanya')


Contoh kode diatas akan menampilkan teks "Halo Semuanya".

Kita juga dapat memasukkan banyak statement kedalam kode. Statement dapat dipisahkan dengan tanda titik koma ";".

Contoh, disini kita akan membagi pesan "Halo Semuanya" menjadi dua alert:

alert('Halo'); alert('Semuanya');


Biasanya, agar kode dapat di baca dengan mudah. Statement dapat ditulis dengan baris baru. Contoh:

alert('Halo');
alert('Semuanya');


Titik Koma (Semicolon) pada JavaScript

Terdapat beberapa kasus dimana kita telah menghilangkan tanda titik koma ";" untuk memisahkan suatu statement. Contoh:

alert('Halo')
alert('Semuanya')


Pada kode diatas, JavaScript Interpreter dapat mengartikan baris baru sebagai tanda titik koma yang "Implicit". Hal tersebut dapat dikenal dengan istilah "Automatic Semicolon Insertion".

Dalam berbagai kasus juga, baris baru tidak dapat diartikan dengan titik koma ";". Berikut adalah contohnya:

alert(3 +
1
+ 2);


Hasil outputnya akan menampilkan angka 6 karena JavaScript tidak memasukkan tanda titik koma kedalamnya. Secara intuitif, jika baris baru diakhiri dengan tanda tambah "+", maka hal tersebut dinamakan "Incomplete Expression" atau ekspresi yang tidak lengkap. Jadi, tanda titik koma tidaklah dibutuhkan.

Tetapi, terdapat kasus lain di mana JavaScript akan gagal dalam mengasumsikan tanda titik koma dan biasanya, kesalahan ini cukup sulit untuk ditemukan dan diperbaiki.

Contoh Error pada JavaScript

Jika kalian ingin melihat contoh langsung dari kode JavaScript karena tanda titik koma, maka perhatikanlah kode berikut:

[1, 2].forEach(alert)


Kalian tidak perlu memikirkan arti dari simbol dalam kurung "[]" dan forEach karena kita akan membahasnya pada bagian selanjutnya.

Untuk sekarang, ingatlah dengan hasil dari kode diatas. Kode diatas akan menampilkan angka 1 kemudian angka 2.

Sekarang, mari kita tambahkan alert sebelum kode tanpa mengakhirinya dengan tanda titik koma:

alert("Akan terjadi Error")

[1, 2].forEach(alert)


Jika kita menjaalankan kode diatas, maka hanya akan muncul alert pertama kemudian diikuti dengan kesalahan yang terjadi.

Tetapi, jika kita menggunakan tanda titik koma. Maka hal tersebut akan menjadi normal. Contoh:

alert("Sekarang sudah normal");

[1, 2].forEach(alert)


Pada kode diatas, kita dapat melihat pesan "Sekarang sudah normal" diikuti dengan angka 1 dan 2.

Kesalahan dapat terjadi karena kita tidak menggunakan tanda titik koma diakhir baris kode. Artinya, tanda titik koma tidaklah dimasukkan secara otomatis.

Kesimpulannya, saya sangat menyarankan agar kalian menggunakan tanda titik koma ";" diantara statement meskipun sudah menggunakan baris baru. Intinya, kita juga bisa untuk tidak menggunakan tanda titik koma, tetapi demi menjaga kelancaran kode, kita harus menggunakannya (Khususnya bagi pemula).

Komentar pada JavaScript

Semakin banyak kode, maka semakin kompleks kode yang telah dibuat. Maka dari itu, kita perlu menggunakan komentar yang berfungsi untuk menjelaskan suatu fungsi dan catatan lain dari kode.

Komentar pada JavaScript dapat dimasukkan di manapun kalian mau karena tidak mempengaruhi proses kode ketika dijalankan.

Untuk membuat komentar dalam satu baris, kita dapat menggunakan tanda dua garis miring "//". Teks atau bahkan kode yang ada setelah tanda dua garis miring tersebut merupakan komentar. Berikut adalah contohnya:

// Ini adalah baris komentar pertama.
alert("Halo");

alert("Semuanya"); // Ini adalah baris komentar kedua.


Komentar dengan menggunakan tanda "//" dinamakan "Single-Line Comment" atau paling sering disebut dengan "Inline Comment".

Untuk membuat komentar dalam beberapa baris, kita dapat menggunakan tanda garis miring dan bintang "/*" sebagai pembuka, dan tanda bintang dan garis miring "*/" sebagai penutup. Berikut adalah contohnya:

/* Ini adalah contoh komentar
dengan menggunakan beberapa baris
*/

alert("Halo");
alert("Semuanya");


Komentar yang diawali dengan tanda "/*" dan diakhiri dengan tanda "*/" dinamakan "Multi-Line Comment" atau paling sering disebut dengan "Block Comment".

Konten yang ada diantara Block Comment akan di abaikan bahkan jika kita memasukkan kode fungsi kedalamnya. Contoh:

/* Kode di dalam komentar akan selalu diabaikan
alert("Halo");
*/

alert("Semuanya");


Komentar di Dalam Komentar

Mungkin ada juga beberapa kasus dimana terdapat komentar yang ada di dalam komentar. Berikut contohnya:

/*
    /* Komentar di dalam komentar? */
*/

alert("Halo");


Kode diatas akan membuat kode menjadi error dan saya menyarankan agar kalian tidak perlu melakukannya.

Tidak masalah kalau kita menggunakan atau tidak menggunakan komentar karena terdapat beberapa tool yang dapat menghapus (Minify) kode sebelum di produksi pada server. Proses Minify tersebut dapat menghapus semua komentar dan ketahuilah, komentar bukanlah hal yang negatif bagi kode.

Mungkin cukup disini tentang apa yang kita bahas dan mungkin juga pada bagian lain kita akan membahas lebih lanjut tentang Code Quality. Terimakasih.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya