Ads by Yasya El Hakim
Mengenal Lebih Dalam Tentang Git dan Version Control System

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang sebuah tool yang sering digunakan oleh Software Developer. Sesuai dengan judul artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang Git secara singkat dan padat.



Apa itu Git?

Sebelumnya, Mengapa kita harus menggunakan Git? dan Mengapa Git sangatlah populer? Disinilah kita akan membahasnya. Jadi, baca secara teliti ya!

Git adalah sebuah Version Control System (VCS) - yaitu sebuah tool yang merupakan pilihan terbaik untuk digunakan dan secara singkat VCS adalah sekumpulan file yang dapat diakses secara monitor. Maksudnya bagaimana? Mari kita buat sebuah contoh yang mudah agar kalian bisa paham.

Jika kalian adalah seorang Graphic Designer atau Web Designer dan ingin setiap karya yang kalian miliki itu memiliki id atau versi, maka VCS adalah tool yang harus kalian gunakan. VCS dapat kalian gunakan untuk mengembalikan file ke keadaan sebelumnya, mengembalikan project ke keadaan sebelumnya, membandingkan perubahan yang telah kalian buat, melihat siapa saja yang mengeditnya atau mengubahnya, melihat siapa saja yang melaporkan kesalahan, dan masih banyak lagi.

Lebih bagusnya lagi, jika kalian menggunakan VCS, maka kalian dapat mengembalikan file yang sudah kalian lupakan. Tidak sedikit orang yang menganggap version-control adalah pilihan untuk menyalin file dari satu direktori ke direktori lain. Hal tersebut sebenarnya sangatlah umum.

Bagaimana Cara Kerja VCS?

Jadi, bagiamana cara kerja VCS? Sebelum masuk lebih dalam, mari kita pahami dulu sedikit tentang terminologi dasarnya.

Mungkin kalian sering mendengar istilah Source Control, Revision Control, atau Version Control. Perlu diingat bahwasanya istilah tersebut memiliki arti yang sama. Bagaimanapun juga, dari istilah yang ada akan selalu terkait dengan istilah Version Control System.

Pada VCS, semua file yang sedang kalian kerjakan sendiri atau bersama tim dinamakan Repository. Repository tersebut dapat berupa data spesial seperti daftar perubahan, deskripsi perubahan, dan siapa saja yang bertanggungjawab atas perubahan tersebut.

Perubahan atau project yang dibuat pada Repository mungkin membutuhkan waktu beberapa jam, beberapa hari, ataupun beberapa minggu untuk diselesaikan. Pada umumnya, kalian tidak boleh menjadikan suatu project yang belum selesai menjadi sebuah version (versi). Kalian harus memberitahukan VCS tentang hal yang sudah diselesaikan dengan mengganti dan menyimpannya sebagai version agar VCS dapat melacak perubahan yang sudah terjadi.

Tindakan untuk memberitahukan VCS bahwa pekerjaan yang dibuat sudah selesai atau sudah menjadi sebuah version itu dinamakan committing. Oleh karena itu, version sering disebut juga dengan istilah commits.

VCS dapat menyembunyikan kompleksitas dari commit yang banyak. Jadi, project yang kalian buat akan terlihat bersih dan rapih. VCS dapat bekerja dengan menyimpan semua data yang berada di dalam folder tersembunyi sehingga kalian tidak menyadari bahwa VCS ada di dalam sistem kalian.

Bagaimana jika Repository yang kalian buat berada di dalam folder tersembunyi? Hal tersebut adalah fungsi ketiga dari VCS. VCS dapat menunjukkan history project yang kalian buat. Kalian dapat mengecek bagaimana keadaan project pada hari sebelumnya, bulan sebelumnya, atau bahkan tahun sebelumnya, hanya dengan menggunakan satu baris perintah.

VCS juga dapat kalian gunakan untuk membagikan Repository yang kalian buat dengan tim dan dapat digunakan untuk berkolaborasi dengan mudah. Maka dari itu, VCS sangatlah berjasa bagi Developer yang bekerja bersama tim.

Jadi, sekarang mari kita pahami mengapa kita harus menggunakan Git. Terdapat banyak Version Control System selain Git yang ada di luar sana, tetapi Git adalah yang paling populer. Penasaran? Mari kita lihat mengapa hal tersebut dapat terjadi pada bagian selanjutnya. :D

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya