Ads by Yasya El Hakim
Membuat Keputusan pada Bahasa Pemrograman C++

Membuat suatu keputusan pada bahasa pemrograman sangat berguna untuk menjalankan statement berdasarkan kondisi sampai suatu kondisi itu ditemukan. Berikut adalah beberapa statement yang bisa digunakan pada bahasa pemrograman C++:
  • Statement if
  • Statement switch
  • Statement goto
  • Statement Conditional Operator



Membuat Keputusan dengan Statement if

Statement if dapat diimplementasikan pada form yang berbeda tergantung kondisi yang ingin digunakan. Berikut daftar formnya:
  1. Statement if
  2. Statement if...else
  3. Statement if...else yang menumpuk (Nested)
  4. Statement else if

Statement if

Berikut adalah contoh penulisan dari Statement if:

if(ekspresi)
{
    statement-dalam;
}
    statement-luar;


Jika ekspresi adalah benar (true), maka "statement-dalam" akan segera dijalankan. Sebaliknya, jika ekspresi adalah salah (false), maka "statement-dalam" akan diabaikan dan "statement-luar" akan dijalankan.

Contoh Penggunaan:

#include< iostream.h>
int main( )
{
    int x,y;
    x=15;
    y=13;
    if (x > y )
    {
        cout << "x lebih besar dari y";
    }
}


Hasil Output:

x lebih besar dari y


Statement if...else

Berikut adalah contoh penulisan dari Statement if...else:

if(ekspresi)
{
    block-statement1;
}
else
{
    block-statement-block2;
}


Jika ekspresi adalah benar (true) atau return (true), maka "block-statement1" akan segera dijalankan. Jika salah (false), maka "block-statement1" akan diabaikan dan "block-statement2" akan dijalankan.

Contoh Penggunaan:

void main( )
{
    int x,y;
    x=15;
    y=18;
    if (x > y )
    {
        cout << "x lebih besar dari y";
    }
    else
    {
        cout << "y lebih besar dari x";
    }
}


Hasil Output:

y lebih besar dari x


Statement if...else yang menumpuk (Nested)

Berikut adalah contoh penulisan dari Statement if...else:

if(ekspresi)
{
    if(ekspresi1)
    {
        block-statement1;
    }
    else
    {
        block-statement2;
    }
}
else
{
    block-statement3;
}


Jika ekspresi adalah salah (false) atau return (false), maka "block-statement3" akan segera dijalankan. Selanjutnya akan masuk kedalam kondisi if dan mengecek "ekspresi1". Ketika ekspresi1 adalah benar (true) atau return (true), maka "block-statement1" akan dijalankan. Jika sebaliknya, maka "block-statement2" akan dijalankan.

Contoh Penggunaan:

void main( )
{
    int a,b,c;
    cout << "Masukkan 3 angka";
    cin >> a >> b >> c;
    if(a > b)
    {
        if( a > c)
        {
            cout << "a adalah yang terbesar";
        }
        else
        {
            cout << "c adalah yang terbesar";
        }
    }
    else
    {
        if( b> c)
        {
            cout << "b adalah yang terbesar";
        }
        else
        {
            cout << "c adalah yang terbesar";
        }
    }
}


Kode diatas akan menampilkan hasil statement yang berbeda berdasarkan nilai dari variabel a, b, dan c.

Urutan else-if

Berikut adalah contoh urutan else-if:

if(ekspresi 1)
{
    block-statement1;
}
else if(ekspresi 2)
{
    block-statement2;
}
else if(ekspresi 3 )
{
    block-statement3;
}
else
    block-statement-default;


Urutan ekspresi diatas akan dijalankan dari atas kebawah sampai kondisi benar (true) ditemukan, statement yang cocok akan segera dijalankan.

Contoh Penggunaan:

void main( )
{
    int a;
    cout << "Masukkan sebuah angka";
    cin >> a;
    if( a%5==0 && a%8==0)
    {
        cout << "dapat dibagi dengan angka 5 dan 8";
    }
    else if( a%8==0 )
    {
        cout << "dapat dibagi dengan angka 8";
    }
    else if(a%5==0)
    {
        cout << "dapat dibagi dengan angka 5";
    }
    else
    {
        cout << "tidak dapat dibagi";
    }
}


Jika kalian memasukkan angka 40 untuk variabel a, maka outputnya akan seperti berikut:

dapat dibagi dengan angka 5 dan 8


Penting

Pada statement if, sebuah statement tunggal dapat dimasukkan tanpa menggunakan tanda buka kurung "{" dan tutup kurung "}". Contoh:

int a = 5;
if(a > 4)
    cout << "benar";


Output:

benar


Pada contoh diatas, kita tidak perlu menggunakan tanda buka dan tutup kurung, tetapi jika kita menggunakan lebih dari satu statement di dalam if, maka kita harus menggunakannya. Contoh:

int a = 2;
if(a > 4)
    cout << "benar";
    // Statement di bawah berada diluar kondisi if
    cout << "berada diluar kondisi if"


Output:

berada diluar kondisi if


Simbol == hanya digunakan untuk perbandingan didalam kondisi if, jika kalian menggunakan = (satu sama dengan), maka ekspresinya akan selalu benar (true), karena tanda satu sama dengan (=) digunakan untuk menampilkan hasil, bukan perbandingan.

Selain angka 0 (nol), semua nilai angka positif hasilnya akan selalu benar (true), contoh:

if(22)
    cout << "halo";

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya