Ads by Yasya El Hakim
Cara Install dan Mengapa Kita Harus Menggunakan Git

Git adalah Version Control System yang dikembangkan oleh Linus Trovalds, terdengar tidak asing bukan? Ya, karena beliau adalah bapak dari sistem operasi Linux. Sampai sekarang ini, Kernel Linux masih dikelola oleh beliau.



Mengapa Kita Harus Menggunakan Git?

Silahkan amati beberapa project dari Kernel Linux berikut:
  • Kernel Linux memiliki 15 juta lebih baris kode.
  • Terdapat kurang lebih 3.500 baris kode ditambahkan kedalam Kernel Linux setiap harinya.
  • Setiap kali Kernel Linux baru dirilis, terdapat sekitar kurang lebih 1000 Developer yang ikut terlibat dalam proses pengembangannya.

Pada umunya, Git dirancang untuk mengatur Kernel Linux dan membuat kolaborasi antar Developer agar semakin mudah. Jika Git dapat mengatur sebuah project secara efektif seperti project besar dari Kernel Linux, maka sudah jelas bahwa Git dapat mengatur Project yang sedang kalian buat.

Selain itu, arsitektur dari Git di distribusikan Version Control sebagai lawan pusat dari jaringan VCS. Jaringan pusat VCS membutuhkan sebuah koneksi jaringan untuk dapat bekerja dan pusat yang gagal dapat menyebabkan semua project yang dibuat menjadi hancur. Sebuah distribusi VCS seperti Git tidak membutuhkan sebuah koneksi jaringan untuk berinterkasi dengan repository yang ada. Setiap Developer dapat memiliki repository nya sendiri yang dapat membuat kolaborasi menjadi cepat dan mudah.

Akhirnya, munculah GitHub. GitHub adalah salah satu website yang paling populer untuk berbagi project dengan kolaborator yang ada di seluruh dunia. Sama seperti media sosial, bedanya GitHub adalah media sosial untuk project. Repository dapat di lihat secara publik, jadi semua orang dapat mengirimkan dan berkontribusi serta dapat membantu project yang kalian buat menjadi semakin baik.

GitHub sangalah populer dalam dunia Software Development dan sangatlah penting bagi kita untuk mengenal Git jika kita ingin berkolaborasi dengan Developer yang ada di seluruh dunia.

Git menggunakan Checksum untuk mengamankan data. Hal tersebutlah yang tidak mungkin membuat suatu perubahan data tanpa sentuhan Git. Ide dasarnya adalah kalian tidak dapat kehilangan informasi pada file yang corrupt tanpa sepengetahuan Git. Git menggunakan sistem hash SHA-1 yang merupakan string dengan 40 karakter dan terdiri dari karakter Hex serta dihitung berdasarkan konten. Secara ekstensif, Git menggunakan nilai-nilai tersebut dan menyimpan file kedalam database berdasarkan hash (bukan nama).

Cara Menginstal Git

Sebelumnya, kita sudah mengenal apa itu Git dan Version Control System. Sekarang, kita akan membahas cara menginstallnya kedalam komputer.

Cara Install Git di Windows

Kunjungi Halaman Git-Scm. Kalian akan melihat bahwa Website tersebut akan mendeteksi sistem operasi yang kalian gunakan dan kalian dapat mendownload versi terbaru dari Git.

Halaman Git-Scm

Jika kalian sudah mendownloadnya, maka bukalah installernya. Ketika sudah terbuka, klik Next saja dan install Git dalam pengaturan Default (Standar) atau kalian dapat mengatur direktori instalasi sesuai dengan yang kalian inginkan.

Instalasi Git 1
Lokasi Instalasi Git Default

Setelah menginstalnya, kalian akan melihat beberapa opsi aplikasi seperti Git GUI atau Git Bash. Terdapat beberapa orang yang menggunakan Git GUI, tetapi pada panduan ini, kita akan fokus dengan menggunakan Command Line. Selain itu, kalian dapat mencoba Git GUI kapanpun jika kalian menginginkannya.

Git Bash adalah sebuah Command Line yang tampilanya hampir mirip dengan Unix Bash. Perbedaannya adalah pada Unix Bash kita dapat menggunakan nano editor untuk mengedit file yang mana tidak tersedia pada sistem operasi Windows. Git Bash dapat menjalankan hampir semua perintah yang akan kita gunakan pada tutorial atau panduan ini. Jika kalian masih penasaran, cobalah dan ketikkan git --version pada Command Line.

Untuk mengedit atau membuat file, kalian dapat memasukkan perintah notepad namafile.

Git Bash

Cara Install Git di Linux

Jika kalian ingin menginstal Tool Git dasar pada Linux melalui Binary Installer, kalian dapat menggunakan package-management tool yang ada pada distro kalian. Contoh:
  • Jika kalian menggunakan Fedora, kalian dapat menggunakan yum: sudo yum install git-all
  • Jika kalian menggunakan distro dari Debian seperti Ubuntu, cobalah dengan apt-get: sudo apt-get install git-all

Cara Install Git di MacOS

Jika kalian menggunakan MacOS, Kalian beruntung karena secara Default Git sudah ada di dalam sistem operasi MacOS.

Oke, saya berharap kalian sudah paham dengan beberapa poin penting yang sudah saya bahas diatas. Selanjutnya, mari kita bermain dengan Git.

Ditulis oleh: Yasya El Hakim

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya