Ads by Agung Cahyadi
Dasar-Dasar Jaringan: Router - Bagian 2



Pada artikel pertama dari seri artikel ini, saya membicarakan tentang beberapa perangkat keras jaringan dasar seperti hub dan switch. Pada artikel ini, saya ingin melanjutkan diskusi tentang perangkat keras jaringan yaitu router.

Apa Itu Router?

Walaupun kalian baru mengenal jaringan, Kalian mungkin tidak asing dengan kata “router”. Koneksi Internet broadband, yang menggunakan modem kabel atau modem DSL, hampir selalu membutuhkan router. Tugas router bukanlah untuk menyediakan konektivitas Internet. Tapi tugas router adalah memindahkan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Sebenarnya ada berbagai jenis router mulai dari yang sederhana, router murah yang digunakan untuk konektivitas Internet di rumah hingga router yang sangat mahal yang digunakan oleh perusahaan raksasa. Terlepas dari biaya atau kerumitan router, semua router bekerja dengan prinsip dasar yang sama.

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, tugas router adalah memindahkan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Definisi ini mungkin tampak aneh dalam konteks PC yang terhubung ke koneksi Internet broadband. Mungkin sebagian dari kalian masih menganggap internet adalah sebuah jaringan, sebenarnya internet adalah kumpulan jaringan, tapi intinya masih agak sama dengan jaringan.

Agar lebih mudah memahami apa yang saya bahas di artikel ini, lihat gambar yang ditunjukkan pada gambar diwabah ini.

Router Tampak Depan
Gambar tampilan depan router broadband 3COM

Router Tampak Belakang
Gambar Router Internet broadband berisi satu set port RJ-45 seperti hub atau switch

Jika kalian memperhatikan gambar yang kedua, Kalian akan melihat bahwa ada tiga set port di belakang router. Port di paling kanan adalah tempat catu daya terhubung ke router. Port tengah adalah port RJ-45 yang digunakan untuk terhubung ke jaringan jarak jauh. Dalam kasus khusus ini, router ini dimaksudkan untuk menyediakan konektivitas Internet. Dengan demikian, port tengah ini biasanya digunakan untuk menghubungkan router ke modem kabel atau ke modem DSL. Modem akan memberikan konektivitas ke Internet.

Kumpulan port di paling kiri, ada empat port RJ-45. Jika Kalian mengingat kembali bagian pertama dari seri artikel ini, Kalian akan ingat bahwa hub dan switch juga berisi kumpulan port RJ-45. Dalam kasus hub atau switch, port RJ-45 digunakan untuk menyediakan konektivitas ke komputer di jaringan.

Port-port ini bekerja dengan cara yang sama persis pada router. Router khusus ini memiliki empat port switch. Ingat sebelumnya ketika saya mengatakan bahwa tugas router adalah memindahkan paket antara satu jaringan dan yang lainnya? Saya menjelaskan bahwa dalam kasus router broadband, Internet mewakili satu jaringan, dan PC mewakili jaringan kedua. Alasan mengapa satu komputer dapat mewakili seluruh jaringan adalah karena router tidak memperlakukan PC sebagai perangkat mandiri. Router memperlakukan PC sebagai simpul pada jaringan. Seperti yang dapat kalian lihat dari gambar kedua, router khusus ini sebenarnya dapat mengakomodasi jaringan empat PC. Hanya saja sebagian besar pengguna rumahan yang menggunakan jenis konfigurasi ini hanya mencolokkan satu PC ke router. Oleh karena itu penjelasan yang lebih tepat adalah bahwa jenis jaringan ini merutekan paket data antara jaringan kecil (bahkan jika jaringan itu hanya terdiri dari satu komputer) ke Internet (yang diperlakukan sebagai jaringan kedua).

Proses Routing

Sekarang saya sudah bicara sedikit tentang apa itu router dan apa fungsinya, kali ini saya membahas tentang proses routingnya. Untuk memahami cara kerja routing, Kalian harus memahami sedikit tentang cara kerja protokol TCP / IP.

Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan TCP / IP memiliki IP Address unik yang terikat ke antarmuka jaringannya. IP Address terdiri dari serangkaian empat angka yang dipisahkan oleh titik. Misalnya, IP Address tipikal terlihat seperti ini: 192.168.0.1

Contoh simple IP Address didunia nyata adalah dengan alamat rumah. Alamat rumah terdiri dari nomor dan nama jalan. Nomor mengidentifikasi bangunan khusus di jalan. IP Address juga begitu, alamat tersebut dipecah menjadi nomor jaringan dan nomor perangkat. Jika Kalian membandingkan IP Address dengan alamat rumah, maka anggap nomor jaringan itu seperti nama jalan, dan pada nomor perangkat itu seperti nomor rumah. Nomor jaringan mengidentifikasi di mana jaringan perangkat itu aktif, dan nomor perangkat itu memberi perangkat identitas di jaringan itu.

Jadi, bagaimana Kalian tahu di mana nomor jaringan berakhir dan nomor perangkat dimulai? Ini adalah tugas dari subnet mask. Subnet mask memberi tahu komputer tempat bagian nomor jaringan dari IP Address, lalu di mana nomor perangkat dimulai? Karena materi tentang subnetting cukup rumit, maka saya akan membahas secara rinci dalam artikel terpisah. Untuk saat ini, mari kita tetap sederhana dan lihat subnet mask yang sangat dasar.

Subnet mask terlihat sangat mirip IP Address karena mengikuti format memiliki empat angka yang dipisahkan oleh titik. Subnet mask yang khas terlihat seperti ini: 255.255.255.0

Contoh Singkat TCP/IP

Dalam contoh khusus ini, tiga angka pertama (disebut OKTET) masing-masing 255, dan angka terakhir 0. Angka 255 menunjukkan bahwa semua bit dalam posisi yang sesuai di IP Address adalah bagian dari nomor jaringan. Angka 0 menunjukkan bahwa tidak ada bit di posisi yang sesuai di IP Address adalah bagian dari nomor jaringan, dan oleh karena itu mereka semua milik nomor perangkat.

Saya tahu ini mungkin terdengar agak ribet, jadi perhatikan contoh ini. Bayangkan kalian memiliki PC dengan IP Address 192.168.1.1 dan subnet mask 255.255.255.0. Dalam kasus khusus ini, tiga oktet pertama dari subnet mask semuanya 255. Ini berarti bahwa tiga oktet pertama dari IP Address semuanya milik nomor jaringan. Oleh karena itu, bagian nomor jaringan dari IP Address ini adalah 192.168.1.xxx.

Alasan mengapa hal ini penting untuk diketahui adalah karena tugas router adalah memindahkan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Dan semua perangkat di jaringan (atau di segmen jaringan lebih tepatnya) berbagi nomor jaringan yang sama. Misalnya, jika 192.168.1.xx adalah nomor jaringan yang terkait dengan komputer yang terhubung ke router yang ditunjukkan pada gambar diatas, maka IP Address untuk empat komputer individu mungkin:
  • 192.168.1.1
  • 192.168.1.2
  • 192.168.1.3
  • 192.168.1.4

Seperti yang kalian lihat, setiap komputer di jaringan lokal berbagi nomor jaringan yang sama, tetapi memiliki nomor perangkat yang berbeda. Seperti yang kalian ketahui, setiap kali komputer perlu berkomunikasi dengan komputer lain di jaringan, komputer melakukannya dengan merujuk ke IP Address komputer lain. Sebagai contoh, dalam kasus khusus ini komputer dengan alamat 192.168.1.1 dapat dengan mudah mengirim paket data ke komputer dengan alamat 192.168.1.3, karena kedua komputer adalah bagian dari jaringan fisik yang sama (bukan jaringan internet).

Lain halnya jika komputer ingin mengakses komputer di jaringan lain. Karena saya memfokuskan diskusi khusus ini pada router broadband kecil yang dirancang untuk menyediakan konektivitas Internet, misalnya salah satu pengguna di jaringan lokal ingin mengunjungi situs web www.elcreativeacademy.com (misalnya). Situs web di-host oleh server. Seperti komputer lainnya, server Web memiliki IP Address yang unik. IP Address untuk situs Web khusus ini adalah 24.235.10.4.

Kalian dapat dengan mudah melihat IP Address ini dan mengatakan bahwa itu bukan milik jaringan 192.168.1.xx. Karena, komputer yang mencoba menjangkau situs Web tidak dapat hanya mengirim paket keluar melalui jaringan lokal, karena server Web bukan merupakan bagian dari jaringan lokal. Sebaliknya, komputer yang perlu mengirim paket melihat alamat gateway default-nya.

Gateway default adalah bagian dari konfigurasi TCP / IP komputer. Ini pada dasarnya adalah cara memberitahu komputer bahwa jika tidak tahu ke mana harus mengirim paket, maka kirimkan ke alamat gateway default yang ditentukan. Alamat gateway default akan menjadi IP Address router. Dalam hal ini, IP Address router mungkin adalah 192.168.1.0.

Perhatikan bahwa IP Address router berbagi nomor jaringan yang sama dengan komputer lain di jaringan lokal saja sehingga dapat diakses ke komputer-komputer di jaringan lokal. Sebenarnya, router memiliki setidaknya dua IP Address. Salah satu alamat tersebut menggunakan nomor jaringan yang sama dengan jaringan lokal kalian. IP Address router lainnya diberikan oleh ISP Kalian. IP Address ini menggunakan nomor jaringan yang sama dengan jaringan ISP. Karena itu, tugas router adalah memindahkan paket dari jaringan lokal Kalian ke jaringan ISP. ISP Kalian memiliki router sendiri yang bekerja dengan cara yang persis sama, tetapi merutekan paket ke bagian lain dari (Internet).

Kesimpulan

Seperti yang saya jelaskan diatas, router adalah komponen jaringan yang vital. Tanpa router, konektivitas antar jaringan (seperti Internet) menjadi tidak mungkin.

Sebelumnya: Dasar-Dasar Jaringan: Perangkat Keras Jaringan - Bagian 1
Selanjutnya: Dasar-Dasar Jaringan:  DNS Server - Bagian 3
Daftar Isi: Dasar-Dasar Jaringan

Sumber: www.techgenix.com

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya