Ads by Agung Cahyadi
Membuat Partisi Hardisk di Windows

Partisi Hardisk adalah pembagian ruang-ruang kosong pada harddisk untuk memisah antara file system dengan penyimpanan biasa, pada ada sebuah sistem operasi alasan dilakukannya pemartisian hardisk antara lain adalah untuk mempermudah pengelolaan file dan memisahkan sistem operasi agar tidak membebani sistem operasi dalam pengoperasiannya sehingga bisa mempercepat pengaksesan hardisk terutama pada harddisk berukuran yang besar.

Berikut ini adalah step mempartisi hardisk menggunakan Disk Management.
Pertama adalah tekan tombol “ WinKey + X ” atau bisa kalian klik Kanan di tombol start menu lalu pilih Disk Management.

WinKey+X Pilih Disk Management

Setelah tools Disk Management terbuka pilih drive yang akan dipartisi klik Kanan lalu pilih Shrink Volume untuk melepas sebagian partisi dalam bentuk kosong.

Shrink Volume

Selanjutnya adalah menentukan ukuran atau size hardisk yang ingin di Unallocated atau di lepas dari partisi dalam satuan MB lalu klik Shrink.

Menentukan Size Hardisk Yang Akan Di Unallocated

Lalu Kalian akan melihat bagian partisi hardisk yang bertuliskan status Unallocated. Langsung saja klik Kanan pada partisi Unallocated lalu pilih New Simple Volume.

Membuat Partisi Baru Dari Partisi Kosong

Klik Next pada bagian step ini.

Klik Next

Di step ini kalian diminta untuk menentukan size volume hardisk yang ingin kalian buat partisi baru.

Pilih Size Hardisk

Di step ini Assign The Following Drive Letter kalian diminta untuk menentukan huruf partisi, setelah itu klik Next.

Pilih Huruf Hardisk

Dalam Volume Label itu berisikan label partisi di mana kalian bisa merubahnya sesuka hati jangan lupa centang perform a quick format dan pastikan pilih NTFS sebagai file system, jika sudah langsung saja klik Next.

Pemberian Label Partisi

Langsung saja klik Finish lalu akan muncul notifikasi partisi baru yang artinya proses partisi ulang ini telah berhasil.

Klik Finish
Akan Muncul Notifikasi Partisi Baru

Sebenarnya ada berbagai macam cara untuk partisi hardisk antara lain membaginya saat instalasi OS, lalu menggunakan tools bawaan dari Windows seperti Disk Management, kemudian ada menggunakan command prompt atau CMD, dan ada lagi menggunakan software pihak ketiga seperti EaseUS Partition Master. Semua langkah diatas ada plus minusnya, saya menggunakan Disk Management karena lebih mudah dan lebih praktis sedangkan di aplikasi pihak ketiga seperti EaseUS Partition Master itu kelebihannya lebih banyak tools yang bisa dimanfaatkan. Terima kasih telah berkunjung di blog EL Creative Academy semoga ilmunya bisa bermanfaat bagi kalian. Terima kasih.

Artikel Terkait: Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows Dengan Tools Bawaan Windows

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya